Peduli Generasi: Mahasiswa KOMAPO Bantu Peralatan Belajar,Bagi Siswa-Siswi Pengungsi Distrik Kiwirok

foto/RB

OKSIBIL, (SIWARWENG.COM)– Komunitas Mahasiswa Pelajar Aplim – Apom (KOMAPO), Se-Jawa Bali,Sulawesi,Kalimantan,dan Sumatera, Jumat 26/11/2021 siang, menyerahkan bantuan berupa Alat penunjang belajar serta uang tunai sebesar 20 juta rupiah kepada pelajar korban konflik distrik Kiwirok di posko pengungsi kompleks Gereja GIDI Sion Oksibil.

Sekjen KOMAPO Imanuel H Mimin, yang di dampingi sejumlah Alumni,usai menyerahkan bantuan mengatakan,  Keluarga besar Komunitas Mahasiswa dan  Pelajar Aplim-Apom (KOMAPO), se-Jawa Bali, Sulawesi dan Sumatera turut prihatin terhadap situasi yang terjadi di Distrik Kiwirok Senin 13 September 2021 itu.

Sebagai Anak-anak dari orang tua yang Korban akibat peristiwa tersebut kami tidak tinggal diam di Tanah, Jawa, Sumatera, Bali,dan Sulawesi sana tetapi kami turut berpartisipasi untuk mendukung adik-adik kami yang sedang mengenyam pendidikan di kota Oksibil pasca konflik itu.

Sebagai ungkapan keprihatinan kami sebagai anak-anak juga sebagai kakak dari adik-adik kami yang korban dan mengungsi untuk melanjudkan pendidikannya di Oksibil,pada hari ini saya di temani alumni KOMAPO, datang membawa peralatan belajar dan sedikit uang tunai sebesar 20 juta rupiah untuk adik-adik yang sedang belajar di oksibil kiranya sedikit bantuan ini di gunakan sesuai keperluannya.

Imanuel juga menambahkan Keluarga besar KOMAPO,tidak memberikan bantuan besar seperti organisasi lain, namun sedik yang di peroleh dari kerja keras seluruh Mahasiswa dan Pelajar KOMAPO itulah yang di sumbangkan kepada Generasi penerus yang tengah Belajar di Oksibil ini.

“KOMAPO bukan sebuah SKPD, tetapi KOMAPO merupakan satu Komunitas yang di dirikan para senior kami sebagai wadah diskusi antar sesama Mahasiswa dan Pelajar asal Pegunungan Bintang yang  berada di luar pulau Papua” Ujar Imanuel.

Ia juga menambahkan mewakili mahasiswa dan pelajar se-Jawa Bali, Sulawesi dan Sumatera, berharap agar semua pihak dapat menangani situasi ini secara serius dan meyakinkan sehingga  adik-adik kami kembali bersekolah seperti biasanya di Kiwirok”Tutupnya.

Reporter : Ranno Bidana
Admin     : SiwarWeng.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *